Kita adalah Para Juara

Belajar sungguh-sungguh, hormat kepada Bapak/Ibu guru, dan beribadah kepada Rabbul Izzati, Allah SWT adalah cara kami menjadi generasi emas islam.

Kami selalu ingin menjadi mitra yang baik

Belajar tidak hanya di sekolah. Jauh lebih penting kita belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya. "Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat untuk orang lain".

Berprestasi adalah tradisi kami

Allah menciptakan manusia untuk berprestasi. Dan berprestasi di hadapan Allah jauh lebih luar biasa. Do'akan kami untuk terus mengukir prestasi terbaik di dunia dan akhirat. "SDIT Izzatul Islam Berhitmad untuk Ummat".

Kami juga bersahabat dengan alam

Allah lebih menyukai orang-orang kuat daripada yang lemah. Muslim prestatif, taat, dan kuat. Allahu Akbar!!

Puncak tertinggi kan kami daki

Hidup di dunia hanya sekali. Berjuang dan ber-azzam-lah untuk senantiasa dalam kebaikan! Akan kami raih puncak tertinggi itu ya Allah, "Izzatul Islam".

Tampilkan postingan dengan label kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2016

SDIT Izzatul Islam Juara LCC 2016

Tim SDIT Izzatul Islam menerima trophy penghargaan didampingi beberapa kepala sekolah peserta lomba di Aula SD N Getasan.

SDITNews-Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang tampil sebagai juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tingkat SD/MI se-Kecamatan Getasan. Dalam lomba yang digelar di SD N Getasan, Kamis (11/02/2016), juara II diraih SD N Manggihan, dan Juara III diraih SD N I Sumogawe.
 
Tim SDIT Izzatul Islam diperkuat oleh tiga siswa kelas 5, yaitu Candra Reza Permana, Vanya Eka Prastika, dan Ilqiya Zahra. Lomba yang diikuti 34 SD/MI ini, pada babak penyisihan peserta mengerjakan 90 soal pilihan ganda dan 20 soal mencongak. Sedang pada babak final 3 tim yang lolos, SDIT Izzatul Islam, SD N Manggihan, dan SD N I Sumogawe, harus menjawab pertanyaan secara lisan dari dewan juri berupa 10 soal wajib, soal lemparan, dan soal rebutan. Materi lomba merupakan materi pelajaran kelas IV, V, dan VI.
 
Kepala SDIT Izzatul Islam, Sutrimo mengatakan, berkat kegigikhan dan ketekunan tim dan guru pembimbingnya, Izzatul Islam sukses menjadi juara LCC tingkat Kecamatan. Sutrimo beraharap tim Izzatul Islam nantinya juga akan sukses di lomba LCC tingkat Kabupaten Semarang.

Senin, 13 Mei 2013

Mendikbud Sosialisasi Kurikulum 2013 di SDIT Izzatul Islam Getasan

Sutrimo, S.Pd.
SDIT Izzatul Islam-Sabtu (11/5) kemarin, Mendikbud melalui Sutrimo, S.Pd. mensosialisasikan kurikulum tahun 2013 yang akan direalisasikan tahun ini. Sutrimo, S.Pd. adalah delegasi dari SDIT Izzatul Islam Getasan yang mengikuti sosilasisasi kurikulum tahun 2013 di UNNES, Rabu (8/5) yang lalu, yang diselenggarakan oleh mendikbud dan langsung ketemu dengan M.Nuh, bapak Mendikbud. Oleh karenanya, Sutrimo datang dan mensosialisasikan kurikulum tahun 2013 atas nama Mendikbud, penyambung lidah dari M. Nuh.

Adapun file tentang paparan kurikulum terbaru ini, bisa Bapak/Ibu/Saudara/Saudari unduh di link ini. Silahkan diunduh di sini. Semoga kebaikan ini, memotivasi kita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia penuh berkah. Aamiin...

Selasa, 08 Januari 2013

Soal Kurikulum SD, Pemerintah Diminta Tengok India-Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda minta Pemerintah memberi masukan dengan meminta mencermati 'good practices' yang dikembangkan dalam sistem pendidikan Belanda. Selain itu, mereka juga mengharapkan mata pelajaran bahasa Inggris tetap dipertahankan dalam kurikulum SD.
"Pemerintah Indonesia hendaknya juga mencermati 'good practices' dari negara India dan Pakistan dalam mendesain bahasa Inggris sebagai pelajaran yang diberikan sejak awal," demikian hasil dari forum diskusi yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda di Utrecht, Belanda menyambut tahun baru 2013.
Ketua Bidang Media Informasi dan Komunikasi PPI Belanda, Ryvo Octaviano kepada ANTARA London, Ahad (6/1) mengatakan forum diskusi yang digelar di Aula Stichting Generasi Baru, Utrecht, dihadiri tidak saja pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu tetapi juga masyarakat Indonesia di Belanda yang memberikan pandangan dan masukan terkait dengan rencana pemerintah memperbaiki kurikulum SD tahun 2013.
Dikatakannya forum mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka peluang kepada publik untuk berpartisipasi pada pengambilan kebijakan kurikulum 2013 yang terkait dengan penambahan atau pengurangan jam pelajaran tertentu, serta konsep pembelajaran yang difokuskan dalam diskusi pada hanya empat pelajaran yaitu PPKn, matematika, IPA dan Bahasa Inggris.
"Melihat keseriusan negara lain menanamkan pelajaran bahasa Inggris untuk siswanya, dan pentingnya bahasa Inggris, pemerintah perlu memastikan pelajaran ini sudah didapatkan siswa sejak awal SD," ujarnya.
Menurut Ryvo Octaviano, forum diskusi dalam pembahasannya lebih memfokuskan pada empat mata pelajaran yaitu PPKn, matematika, IPA dan Bahasa Inggris dan memandang bahwa pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk anak SD dapat dilebur bukan berarti forum tidak mendukung program pendidikan karakter, tetapi agar diskusi lebih fokus dibahas dalam diskusi hanya empat pelajaran.
Forum justru merekomendasikan agar pelajaran kewarganegaraan tidak bersifat doktrinal, melainkan lebih implementatif dan menggunakan pendekatan heart touching, karena mata pelajaran PPKn, selama ini hanya bersifat menghapal tidak menekankan implementasinya, untuk itu forum merekomendasikan Pemerintah mencermati good practices pendidikan yang dikembangkan di sistem pendidikan di Belanda.
Siswa SD di Belanda tidak diminta menghapal arti atau definisi kebaikan seperti tolong menolong atau membantu orang susah, namun langsung melakukan langkah konkrit. Seperti berkorespondensi dengan para veteran perang atau mereka yang kehilangan keluarga akibat korban perang dunia.
Siswa akan dapat merasakan bagaimana perasaan veteran kehilangan anggota tubuhnya, atau bagaimana perasaan masyarakat kehilangan keluarga akibat perang. Dengan berkomunikasi siswa belajar berempati secara langsung dan dengan bimbingan guru mengarahkan penggalangan dana untuk anak-anak yang orang tuanya korban perang.
Selain itu siswa diarahkan melakukan pekerjaan keterampilan seperti membuat kue untuk dijual kepada masyarakat dan uangnya disumbangkan untuk legiun veteran dan keluarga. Forum berpendapat, contoh yang baik yang dapat menjadi rujukkan sebagai ruh pelajaran kewarganegaraan tanpa harus melembagakannya dengan mata pelajaran PPKn.
Forum menilai siswa SD kerap mendapatkan repetisi pelajaran, karena kurikulum yang terlampau berat misalnya materi matematika-statistika. Mata pelajaran tersebut tidak dapat diberikan secara tuntas akibatnya materi yang sama kembali diulang dan akan terjadi repetisi di jenjang pendidikan selanjutnya.
Untuk itu forum menyarankan agar konten kurikulum dievaluasi, dan materi yang dipandang dapat bersifat ulangan, akan time consuming, untuk itu dapat dihilangkan.
Sementara forum juga mengharapkan pemerintah tidak menghapus mata pelajaran IPA pada kurikulum anak SD, dan menganjurkan agar materi diberikan menggunakan pendekatan aspek eksperimental seperti bermain dengan alam atau alat peraga.
Forum meyakini, hal ini akan bermanfaat bagi siswa karena dapat merangsang inquisitive minds (IM) -jiwa yang terusik untuk belajar dan mencari tahu ilmu yang dapat menanamkan minat terhadap sains.
Format serupa juga dilakukan Malaysia yang berdasarkan informasi yang diperoleh PPI Utrecht dari pelajar Malaysia di Belanda, diketahui kurikulum pendidikan Malaysia disusun pada zaman Mahathir Mohammad yang menekankan pendidikan bahasa Inggris yang dapat menerbitlah adagium, siswa di Malaysia yang menyebutkan boleh gagal di semua pelajaran, namun tidak boleh gagal di bahasa inggris.
Forum menilai kesuksesan implementasi kurikulum tidak hanya bertumpu pada substansi kurikulum yang ada, tapi lebih kepada kualitas implementator di lapangan , oleh karena itu menyarankan kepada Pemerintah bahwa kualitas guru perlu diperhatikan.
Sementara itu buku pelajaran hendaknya berisi link atau informasi tentang pengetahuan yang bisa di dapatkan guru dan siswa dari internet, sebagai tambahan materi informasi, baik yang sifatnya hiburan informatif maupun sebagai materi. Demikian pandangan dan masukan pelajar dan masyarakat Belanda terhadap kebijakan kurikulum 2013 khususnya untuk sekolah dasar dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembuat kebijaksanaan.
Redaktur: Djibril Muhammad
 
 
sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/01/06/mg6v5z-soal-kurikulum-sd-pemerintah-diminta-tengok-indiapakistan