Kita adalah Para Juara

Belajar sungguh-sungguh, hormat kepada Bapak/Ibu guru, dan beribadah kepada Rabbul Izzati, Allah SWT adalah cara kami menjadi generasi emas islam.

Kami selalu ingin menjadi mitra yang baik

Belajar tidak hanya di sekolah. Jauh lebih penting kita belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya. "Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat untuk orang lain".

Berprestasi adalah tradisi kami

Allah menciptakan manusia untuk berprestasi. Dan berprestasi di hadapan Allah jauh lebih luar biasa. Do'akan kami untuk terus mengukir prestasi terbaik di dunia dan akhirat. "SDIT Izzatul Islam Berhitmad untuk Ummat".

Kami juga bersahabat dengan alam

Allah lebih menyukai orang-orang kuat daripada yang lemah. Muslim prestatif, taat, dan kuat. Allahu Akbar!!

Puncak tertinggi kan kami daki

Hidup di dunia hanya sekali. Berjuang dan ber-azzam-lah untuk senantiasa dalam kebaikan! Akan kami raih puncak tertinggi itu ya Allah, "Izzatul Islam".

Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Kabeh Kudu Ngaji

oleh: Sri Wahyuni, S.Ag.

اطلب العلم من المهد الى اللهد  artinya tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat ( Hr. muslim ) dari hadis di atas jelas sekali bahwa kewajiban menuntut ilmu tidak dibatasi oleh apapun baik jenis kelamin, usia ataupun daerah. Semua orang berkewajiban untuk mencari ilmu selama desah nafas masih terasa. Betapa pentingnya ilmu sehingga Allah menjanjikan akan mengangkat  orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Bahkan dalam surat … Allah SWT berfirman :” apakah sama orang-orang yang tahu dan yang tidak tahu? “
Sungguh luar biasa perbedaan antara  orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu, sebab orang berilmu mereka beramal karena ilmunya sedangkan orang yang tidak berilmu mereka beramal karena ketidaktahuannya.
Keutamaan-keutamaan ilmu antara lain :
1.      Pertanda orang yang memiliki rasa cinta dan takut kepada Allah SWT.
Sudah seharusnya orang yang memiliki ilmu itu semakin tawadhu’ dalam kehidupannya dan rasa cinta dan takutnya kepada Allah semakin besar.
2.      Jihad ( bersungguh-sungguh )
Sahabat mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa,” sesungguhnya menuntut ilmu itu termasuk jihad fisabilillah.”
3.      Dengan ilmu seseorang dapat menggapai derajat disisi Allah SWT
Seseorang akan beramal dengan benar  manakala didasari dengan ilmu. Ibarat ilmu itu adalah imam sedangkan amal adalah makmum atau yang mengikuti.
4.      Dengan ilmu seseorang akan mendapatkan kemuliaan di dunia maupun diakhirat.
Dalam sebuah hadis rasulullah bersabda, “ Barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia maka, harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka, juga dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itu juga dengan ilmu.”
5.      Dapat menyelamatkan dirinya dan orang lain
Orang yang memiliki ilmu ketika memberi nasehat atau memberitahu orang lain berdasarkan ilmu sehingga tidak menyesatkan orang lain, sementara orang yang tidak berilmu memberi tahu orang lain atau menasehati orang lain berdasarkan ketidaktahuannya atau kayaknya dan ini bias menyesatkan.

Karena keutamaan ilmu yang sedemikian luar biasa, maka kami ( civitas sdit ) berusaha untuk senantiasa mendorong diri kami dan juga seluruh komponen yang berperan di sekolah untuk tak pernah bosan-bosannya menambah ilmunya ( dengan mengikuti pengajian ). Kegiatan semacam ini sudah kami lakukan untuk para guru, karyawan, sopir  anak-anak SDIT  , alumni SDIT, maupun sebagian orang tua murid SDIT. Inilah salah satu program “GERAKAN MENGAJI UNTUK SEMUA”

Besar harapan kami dan insya Allah kami siap untuk membantu bapak ibu wali murid SDIT Izzatul islam ikut mensukseskan gerakan ini.

Rabu, 16 Januari 2013

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”

Cahyadi Takariawan
Ust. Cahyadi Takariawan
“Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.
“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.

Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya.
Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.
Hindari Sebutan Nakal
Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.
Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya!
Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.
Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak sebenarnya lemah dan bahkan lembut. Mereka tak suka pada kekerasan. Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah dalam mengambil langkah.
Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.
Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,
Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.
Cara Pandang Positif
Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.
Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.
“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.
“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.
Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.

Jangan Bersedih Jika Orang Ingkari kebaikan yang anda lakukan

(Dr. Aidh Al Qarni)
Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain. Jangan menjadi resah dan gundah karena ternyata orang yang anda perlakukan dengan baik justru membalas dengan perbuatan keji dan tidak menghargai “ tangan putih” yang anda ulurkan dan kebaikan yang anda berikan. Tapi carilah pahala dari kebaikan dari sisi Allah.
Allah berfirman tentang orang-orang yang dikasihi dan dipilihnya (wali-NYa)
“..Mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya ….” QS AL Fath : 29
Juga tentang para Nabi-Nya
“Aku tidak meminta upah sedikitpun atas da’wahku…” QS As Shad : 8
Katakanlah “ Upah apapun  yang aku minta kepadamu, maka itu untuk untuk kamu ‘QS. As Saba : 47
“Padahal tidak ada seorangpun yang harus memberi nikmat kepadanya yang harus dibalasnya QS Al Lail : 19
´Sesungguhnya kami memberikan suatu makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasasn dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih QS Al Insan : 9
Seorang penyair  berkata,
Siapa yang berbuat baik tidak akan sirna pahalanya
Tidak akan sirna kebaikan di sisi Allah dan manusia
Berbuat baiklah hanya untuk Yang Maha Esa sebab hanya Dia-lah yang akan memberi pahala, Dialah yang akan memberi karunia. Allahlah yang akan menjatuhkan sanksi, melakukan perhitungan amal, dan Dia yang akan ridho dan murka. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah..
Ketika banyak di antara sahabat yang terbunuh sebagai syuhada di kota Kandahar, maka Umarpun berkata kepada para sahabat yang tersisa,” Siapa saja yang terbunuh?” Maka disebutkan sejumlah nama ,” Dan masih banyak lagi yang tak kau kenal,” jawab para sahabat itu. Tak terasa kedua mata Umar meneteskan air mata dan berkata ,” Tapi Allah mengetahui mereka.”
Ada orang saleh yang memberikan faludzaj  kepada orang buta. . Keluarga orang yang buta berkata “ Orang yang buta tidak tahu apa yang dimakannya,” Dijawab orang yang saleh itu “Tapi Allah Mengetahui.”
Selama Allah masih melihat  dan mengetahui kebaikan yang Anda lakukan, serta mengetahui keutamaan yang Anda ulurkan , maka janganlah mengharapkan pujian dari orang lain..karena ia tidak mendatangkan pahala.  (Dr. Aidh Al Qarni)



sumber: http://www.eramuslim.com/islamic-quotes/jangan-bersedih-jika-orang-ingkari-kebaikan-yang-anda-lakukan.htm#.UPXXK_Jf9oo